28.1.16

10.000 Tahun Lalu, Manusia Masih Hidup dalam Goa

ti Koran Sindo, 27 Januari 2016

Arkeolog dari Balai Arkelogi (Balar) Bandung Luthfi Yondri menilai temuan situs peradaban masa lalu di Gunung Padang hanyalah berupa punden berundak atau sebuah peninggalan peradaban akhir masa prasejarah (paleo metalik).

Sehingga dia menyangsikan hipotesis penelitian yang menyebutkan adanya jejak peradaban berusia lebih dari 10.000 tahun. Untuk membuktikan jejak budaya masa lalu, Luthfi sebenarnya telah melakukan penelitian sejak 1996-1997, penelitian itu juga, kemudian dilakukan dengan proses eksavasi di 2002 dan 2003. “Saya juga sempat ambil sampel untuk uji lab pada batu di Gunung Padang, tak ada data yang menyebutkan ada jejak peradaban berusia 11.000 tahun lebih di Nusantara,” tuturnya.

Tentang pola kehidupannnya manusia masa lalu di Gunung Padang, Luthfi mengatakan masyarakat saat itu juga sudah mengenal budaya pengagungan arwah leluhur, seperti peninggalan situs punden berundak yang berada di puncak Gunung Padang. Umumnya pada era itu, tempat atau bukit tinggi dijadikan lokasi pelaksanaan upacara pemujaan.

“Budaya pengagungan leluhur seperti itu memang diusung masyarakat saat itu, mereka berkeyakinan pegunungan atau bukit-bukit tinggi menjadi tempat bersemayamnya arwah leluhur. Dan itulah jejak peradaban masa lalu yang ada di Gunung Padang,” lanjut Luthfi. Untuk itu, Luthfi menyangsikan hasil temuan baru beberapa tahun lalu, dimana tim peneliti meyakini adanya peradaban tua yang terkubur di bawah Gunung Padang.

Bahkan untuk memverifikasi dugaan tersebut, Luthfi telah melakukan kajian perkembangan kebudayaan yang pernah ada di Nusantara. Dari kajiannya mustahil ditemukan peradaban tua berusia lebih dari 10.000 tahun lalu, karena pada masa itu manusia masih tinggal di gua (hingga akhir angka 4.000 tahun lalu).

“Dari data yang saya dapat selama ini, tidak ada satu pun yang menyebutkan adanya jejak peradaban pada 10.000 tahun lalu,” tambahnya. Luthfi juga membenarkan pendapat Sutikno yang telah meninjau masa lalu Gunung Padang dari kajian geologi. Menurutnya, situs Gunung Padang merupakan struktur bangunan yang dibangun manusia dengan menggunakan bebatuan alam gu - nung purba.

“Gu nung Padang adalah sisa gunung purba yang meletus jutaan tahun lalu. Lalu beribu tahun kemudian datanglah budaya, dimana manusia saat itu membuat sebuah struktur (punden berundak) yang dibuat dari sisa gunung api purba ,” tuturnya. Pendapatnya tersebut diperkuat catatan longsor terakhir Gunung Padang sekitar 5300 SM, kemudian jejak peradaban terakhir di Gunung Padang yang berkisar 16 SM.

Luthfi mengatakan, meski pada jutaan tahun lalu telah terjadi bencana purba, namun dia menegaskan masa purba itu tak disertai dengan adanya peradaban. “Peradaban masa lalu yang ada di Gunung Padang hanyalah berupa punden berundak, itulah bangunan masa lalu yang ada,” ujarnya.

No comments: